
Kegiatan “Permainan Tradisional Setiap Sabtu” diselenggarakan oleh UPT SD Negeri Tawangsari 02, melibatkan tim pelaksana dari Tim AM serta bapak dan ibu guru. Kegiatan ini berlangsung rutin setiap hari Sabtu pukul 07.00–08.30 WIB di halaman sekolah. Latar belakang kegiatan ini adalah untuk melestarikan budaya lokal melalui permainan tradisional yang kini mulai tergerus oleh perkembangan teknologi. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan cinta budaya kepada siswa sejak dini.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Jatmiko Istu Lestari, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak agar mereka tidak tercerabut dari akar budaya bangsa. Setelah pembukaan, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memainkan berbagai permainan tradisional seperti dakon, cublak-cublak suweng, gedrik, gobak sodor, egrang, dan lompat karet. Para guru dan Tim AM bertugas sebagai pendamping dalam setiap permainan, memastikan kegiatan berjalan aman dan menyenangkan.
Permainan yang dimainkan setiap Sabtu dirancang secara bergiliran agar seluruh siswa memiliki kesempatan untuk mencoba, mengenal, dan menghayati setiap jenis permainan tradisional yang berbeda. Dengan sistem rotasi ini, siswa tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang latar belakang budaya, aturan main, serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam masing-masing permainan.
David Vega Effendi, salah satu siswa yang menjadi perwakilan peserta, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. “Saya paling suka main egrang, awalnya susah tapi jadi seru setelah bisa. Teman-teman juga jadi kompak,” ujarnya. Para guru juga menyambut baik kegiatan ini karena dapat mempererat hubungan antar siswa dan menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini. Harapannya, kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk ikut melestarikan budaya melalui permainan tradisional.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Melalui permainan tradisional, siswa tidak hanya diajak aktif secara fisik, tetapi juga diajarkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, sportivitas, dan rasa hormat terhadap budaya. Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 11 yakni Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam aspek pelestarian warisan budaya tak benda. Dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan Tim AM, kegiatan ini mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang mengedepankan kolaborasi lintas pihak dalam membangun pendidikan yang berakar pada kearifan lokal.