Situbondo, 17 Juni 2025 — Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) melaksanakan kegiatan penelitian lapangan selama tiga hari, 13–15 Juni 2025, di tiga sekolah dasar di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Penelitian ini difokuskan pada analisis kesiapan guru dalam mengimplementasikan pendekatan Deep Learning, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis seperti pesisir dan dataran tinggi.

Tiga sekolah yang menjadi lokasi penelitian adalah SDN 2 Pesisir, SDN 1 Jetis, dan SDN Sumberejo. Penelitian ini merupakan bagian dari program dana hibah Desentralisasi FIP UM Tahun 2025, dengan judul “Pengaruh Keterampilan Teknologi dan Kondisi Geografis terhadap Kesiapan Guru pada Implementasi Pendekatan Deep Learning.” Tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa pascasarjana melakukan observasi, wawancara, serta penyebaran instrumen survei untuk menggali sejauh mana kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran mutakhir di kelas.

“Kegiatan ini tidak hanya pengumpulan data, tetapi juga menjadi forum dialog antara akademisi dan praktisi pendidikan. Guru-guru sangat terbuka dan aktif berbagi pengalaman mereka,” ujar ketua tim peneliti, Yuris Indria Persada, M.Pd.

Dalam kunjungan tersebut, para guru dan kepala sekolah menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penelitian ini. Mereka menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan dan kebutuhan di lapangan, serta mendorong mereka untuk terus mengembangkan kemampuan pedagogik dan literasi digital.

Kegiatan ini secara langsung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya target 4.7 yang menekankan pentingnya pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas guru sebagai pilar utama sistem pendidikan. Dengan pendekatan berbasis bukti dan fokus pada kesiapan guru, kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah dengan keterbatasan akses.

“Harapan kami, penelitian ini tidak berhenti di sini. Akan ada keberlanjutan program dan kolaborasi lain yang bersifat membangun, terutama untuk penguatan kapasitas guru di daerah,” tambah Yuris.

Dengan dukungan program Desentralisasi FIP UM dan semangat kemitraan yang kuat, Universitas Negeri Malang menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi secara merata dan berkelanjutan.

Translate »